Mencari PemimpinM


Pilkada . Pemilihan kepala daerah adalah salah satu momentum yang menjadi antusiasme masyarkat, acara musiman ini menjadi hajatan atau lebaran massal baik desa, tingkat daerah dan pusat. Seperti contoh di salah satu desa di sebuah kabupaten bagian utara pantura, yaitu tepatnya di sukadarma, aroma-aroma kemunculan para kandidat yang akan bersaing itu sudah mulai terendus, sangat kuat sekali tercium di masing-masingnya. Acara yang sekitar lima bulanan lagi akan dilaksanakan pendaftarannya, masing-masing bakal calon kepala desa sudah mulai menebar pesonanya, untuk menarik simpati masyarakat setempat, ada yang dengan selogan yang garis besarnya memberdayakan sumber daya manusia dengan prioritas generasi muda, ada yang berbasis kekuatan ekonominya, dengan agenda akan menjadikan kekuatan ekonomi masyarakat lewat perdagangan dan berbasis koperasi atau usaha desa yang berbadan, yang pengelolaannya secara terstruktur maszyrakatnya dan ada juga yang sama sekali belum kelihatan pisi dan misinya namun dengan sangat percaya dirinya akan meraih suara terbanyak, dengan agendanya yang masih dalam femikirannya, namun di klime akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat itu tadi dengan segudang prestasi yang merasa sudah di berikannya. Terlepas dari itu semua kami sebagai masyarakat awam dan yang berada di level bawah, yang tidak mengerti akan politik tek-tek bengeknya, hnya berharap agar pelaksanaan perayaan pesta demokrasi itu berjalan lancar, jujur dan adil hingga selesai, sampai terlihat dan menghasilkan pemenang yang akan mendapatkan wewenang untuk memegang tampuk kepemimpinan di masyarakat. Saran pribadi kepada para calon kandidat yang akan mencalonkan diri, sebaiknya introspeksi trelebih dahulu, apakah kita mampu untuk menjadi seorang pemimpin ataukah tidak? Kemudian bagi yang merasa mempunyai kapasitas dan kemampuan menjadi seorang pemimpin, salah satu yang harus betul-betul menjadi landasan adalah harus amanah dan bijaksana. Seorang pemimpin itu ibarat lentera yang akan menerangi sekitar namun akan memadamkan diri sendiri, jika dasar-dasar sarat menjadi pemimpin ini di pegang teguhnya, maka insya allah tamuk kepemimpinan itu akan menjadi penolong bagi orang lain dan masyarakatnya.. Ingat! jangan coba-coba mempermainkan amanat kepemimpinan, karena akan membuat kerusakan yang lebih banyak lagi, akan menjadi mendzalimi allah, diri sendiri dan manusia yang lainnya... Semoga bermanfaat dan menjadi referensi yang baik bagi kita semua, sehingga terciptalah kemaslahatan bagi sesama dan pada akhirnya akan seimbanglah kita dalam hidup bersosial masyarakat...

Comments